Pages

Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Google Akan Ciptakan Kacamata Bagai Smartphone


Bagi sebagian orang kacamata merupakan sebuah accessories yang dapat menunjang penampilannya, namun Google akan menambah fungsi dari sebuah kacamata. Namun tunggu dulu, bukan berarti Google akan berpindah jalur ke bidang Fashion dengan menciptakan kacamata yang akan diberi nama Google Glasses.


Proyek ini sedang dikembangkan oleh perusahaan pengujian teknologi rahasia Google yaitu Google[x] di Mountain View, California. Project Glass yang merupakan sebuah terobosan baru dan mengagumkan ini bertujuan menciptakan kacamata Augmented Reality (AR) yang akan menakjubkan setiap penggunanya.

Minggu, 01 April 2012

1 April Harga Pertamax 10.200 / Liter

pertamax
Pertamax merupakan BBM non supsidi yang terdapat dibeberapa SPBU umum, dan akhirnya PT Pertamina (Persero) mengambil keputusan untuk menaikan harga Pertamax dan Pertamax Plus, mulai 1 April 2012 rata-rata sekitar Rp 500 per liter.

"Pertamax naik, karena memang rata-rata produk minyak Pertamax naik," kata Vice President Corporate Communication Pertamina M Harun.

Kenaikan Pertamax dan Pertamax Plus ini karena BBM jenis ini selalu menyesuaikan dengan harga minyak mentah dunia secara langsung akibat fluktuasi. Dalam catatan Pertamina, harga minyak mentah Indonesia (ICP) saat ini sudah mencapai sekitar US$122 per barel.

Sementara untuk BBM bersubsidi seperti premium, pemerintah masih akan bertahan pada harga Rp 4.500 mengikuti peraturan pemerintah, dan itu sudah dianggap sangat murah. Namun sebagai informasi, Pertamina senantiasa menyesuaikan harga BBM non subsidi per tanggal 1 dan 15 setiap bulannya. Harga BBM tanpa subsidi ini dinilai berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah Indonesia.

Google Membuka Kantor di Indonesia


om google

Kata Google mungkin tidak asing bagi telinga kita semua, dari mencari lagu, makalah, hingga video kita selalu menanyakan kepada "Om" Google. Sekarang "Om" Google akan semakin dekat dengan kita. Karena Google akan membangun kantornya di tanah air. Pembukaan kantor mesin pencari terbesar ini memberikan angin segar bagi perekonomian nasional kita.

"Kami bertujuan membangun ekosistem internet yang kuat di Indonesia dengan konten lokal yang beragam untuk memacu perkembangan ekonomi Indonesia," kata Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy, pada peresmian kantor Google di Cyber 2 Tower, Jakarta, Jumat 30 Maret 2012.

Senin, 01 Agustus 2011

Habibi Mengatakan Agar Ilmuan Tak Pulang ke Indonesia



Anda pernah melihat orang pintar di Indonesia menetap hingga tua? Kebanyakan orang pintar ditanah air memilih menetap diluar negeri. B.J. Habibie memaklumi adanya orang pintar Indonesia yang memilih tidak pulang ke tanah airnya. Meski memilih tinggal di luar negeri, Habibie yakin orang-orang itu tetap cinta Indonesia.

Saat memeberikan kuliah di kota Aachen, Jerman, Sabtu (30/7), dengan terang-terangan Habibie mengatakan, “Dari zaman saya di Eropa, isunya sama: brain drain. Tapi, kita realistis saja. Bagaimana orang pintar mau pulang ke Indonesia kalau tidak ada lapangan pekerjaan di sana,”

Kamis, 28 Juli 2011

Dari Mana Datangnya Air di Bumi?

Semua aktifitas manusia dibelahan dunia tidak dapat lepas dari air, apa mungkin manusia bisa mandi, mencuci hingga minum tanpa air? Namun tahukah anda tentang asal muasal air di bumi?

Asal muasal air di planet kita, yang meliputi hingga 70 persen dari permukaan Bumi masih misterius bagi para ilmuwan. Banyak yang berpendapat bahwa air tidak muncul bersamaan dengan terbentuknya Bumi, namun objek dari angkasa yang mengantarkannya ke planet kita.

Ditemukan 12 Gunung Berapi di Bawah Laut

Peneliti dari British Antarctic Survey (BAS) menemukan gunung berapi yang sebelumnya belum pernah diketahui keberadaannya. Gunung berapi itu berada di perairan sekitar South Sandwicth Islands, pulau di selatan samudera atlantik, dekat Argentina yang diklaim milik Inggris.

Menggunakan teknologi pemetaan yang dipasang di kapal laut, peneliti di kapal RSS James Clark Ross menemukan 12 gunung berapi di bawah permukaan laut. Beberapa gunung itu bahkan memiliki ketinggian hingga 3 kilometer.

Tim Riset Telusuri Bencana di Bali dan NTT

Tim Katastropik Purba telah menghimpun data dari berbagai sumber dan penelitian para ahli mengenai dokumentasi gempa bumi dan tsunami di Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores, Nusa Tenggara Timur.

Menurut tim peneliti, daerah yang memiliki catatan gempa dan tsunami di atas perlu mendapat perhatian serius untuk segera diriset, sekaligus memperingatkan akan pentingnya mitigasi di sana. 

Minggu, 24 Juli 2011

Dermawan Siluman

Mungkin anda mengetahui tokoh robin hood?  Y, mungkin tokoh itu lah yang paling tepat untuk menggambarkan seorang 'dermawan misterius' ini. Bagaimana tidak? Sumbangan senilai 200.000 dolar Amerika atau sekitar Rp1,7 miliar ditinggalkan dalam kotak daur ulang pakaian di luar sebuah toko yang dikelola oleh Palang Merah di Denmark. Uang tunai tersebut ditemukan dalam plastik sampah di bawah tumpukan pakaian yang disumbangkan.

Jumat, 22 Juli 2011

Bentrok di Bangli Akibatkan 1 Orang Tewas

Ribuan warga terlibat bentrok di Kota Bangli, Bali, Senin malam dan menyebabkan seorang yang belum diketahui identitasnya tewas. Bentrokan antara warga Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan warga Kota Bangli itu diduga dipicu oleh persoalan yang sepele.



Saat kejuaraan sepak bola Gita Santi antara Songan dan Purwaka Banjar Kawan, setelah permainan selesai, sempat terjadi saling ejek antarsuporter.
Polisi yang mengawal suporter Songan telah mengarahkan agar iring-iringan kendaraan melalui Jalan Merdeka dan Nusantara, dan tidak melalui Jalan Ngurah Rai. Tetapi, belasan pemuda asal Songan memaksa menerobos masuk ke arah utara dan akhirnya terjadi bentrok fisik. Namun, pemerintah kurang tanggap dan tidak mempertemukan kedua tokoh masyarakat.

Selasa, 19 Juli 2011

Kehidupan Laut di Ambang Kepunahan Massal

Kehidupan di laut berada dalam risiko akan kepunahan massal terbesar dalam jutaaan tahun terakhir akibat berbagai ancaman yang ditimbulkan manusia. Ancaman tersebut antara lain adalah penangkapan ikan secara berlebihan, perubahan iklim, dan limbah yang mengalir ke laut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh International Programme on the State of the Ocean (IPSO), kita mulai kehabisan waktu untuk mengatasi bahaya misalnya hancurnya kehidupan karang atau penyebaran “zona mati” atau kawasan rendah oksigen.

“Dalam satu generasi saja, kita kini menghadapi kehilangan sejumlah spesies bahkan seluruh ekosistem laut seperti terumbu karang,” sebut penelitian yang dilakukan oleh 27 pakar yang akan mempresentasikan hasil penelitian mereka di PBB.

Larva Belut Misterius di Bali


Seekor belut transparan tertangkap kamera di lepas pantai timur Bali. Belut larva itu diambil Bali Reef Divers dan dimuat Wired.com.

Belut yang menyerupai pita itu, sangat tipis dan nyaris tak terlihat mata. Selama fase larva, belut ini tidak memiliki sel darah merah. Organ tubuh mereka kecil dan jaringan internalnya transparan, membantu mereka untuk menghindar dari para predator. Dalam bahasa latin, belut larva ini disebut dengan leptocephalus atau kepala kecil.

Inilah Akhir Perdebatan Punahnya Dinosaurus









Akibat hantaman meteor berukuran lebar sekitar 15 kilometer itu, muncul lubang selebar sekitar 200 kilometer. Pasir, debu dan material lain yang terlontar ke angkasa kemudian jatuh tersebar di permukaan bumi dan menghasilkan lapisan yang disebut dengan K-T boundary (lapisan yang menandai batas era Cretaceous dan  the Tertiary).Sepotong tanduk dinosaurus bisa menjawab perdebatan seputar apakah dinosaurus darat masih ada saat asteroid itu menabrak Bumi, 65 juta tahun lalu. Tanduk berukuran 45 sentimeter, kemungkinan milik seekor triceratops itu ditemukan di kawasan Hell Creek, Montana, Amerika Serikat.Penemunya adalah Tyler Lyson, ketua tim peneliti dari Yale University. Ia menyebutkan, spesimen yang ditemukan itu berada hanya 13 sentimeter di bawah lapisan material yang disebabkan oleh tumbukan meteor. “Ini membuatnya menjadi fosil dinosaurus termuda yang pernah ditemukan,” ucap Lyson, seperti dikutip dari ABC, 13 Juli 2011.Lyson menyebutkan, karena tanduk itu ditemukan di batu lumpur, kemungkinan jarak antara usia fosil itu dengan tumbukan asteroid bisa berselisih hanya 1 tahun saja. “Fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus non avian atau dinosaurus darat setidaknya masih hidup saat meteor menabrak Bumi,” kata Lyson.Lyson menyadari bahwa penelitiannya tidak sepenuhnya membantah proses pemunahan bertahap. Akan tetapi ia yakin bahwa temuannya membantah salah satu teori yang menyebutkan bahwa dinosaurus lebih dulu punah sebelum hujaman asteroid.Seperti diketahui, teori seputar punahnya dinosaurus akibat diperkenalkan 30 tahun lalu. Sejak itu, muncul perdebatan seputar apakah dinosaurus darat punah sebelum tabrakan terjadi. Temuan terbaru ini sendiri dipublikasikan di jurnal Biology Letters dari Royal Society. 

Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.


Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari.

Senin, 18 Juli 2011

Jejak Api di Langit Bekasi

Kamis (14/7) sore lalu, beberapa media memberitakan jejak menyala di atas langit Bekasi.  Sejumlah foto yang diambil warga pun beredar, sayangnya tak cukup jelas sehingga tak terlihat seperti apa gerangan jejaknya.

Tetapi Firman Alamsyah, memotret jejak di langit itu. Ia menyesal tak membawa lensa kamera yang lebih baik, namun sejumlah hasil fotonya cukup menunjukkan pergerakan benda itu.
 
Firman, sore itu, sedang berkendara menuju Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi. Ia melihat nyala di atas dengan gerak menukik. "Posisinya sekitar 10 derajat ke arah selatan dari arah barat. Ketinggian awal sekitar 40-45 derajat dan turun ke hampir 30 derajat," kata Firman kepada anggota milis CikarangBaru.

Mencoba menganalisis, Firman mengatakan nyala benda itu mungkin karena pengaruh sinar matahari juga, yang saat itu tengah terbenam, meski ia tak yakin juga akan pendapatnya itu.

Lihat fotonya:


Apakah itu? Ahli astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menduga itu adalah jejak kondensasi dari pesawat terbang yang memantulkan cahaya matahari senja.
"Saat melewati udara dingin, asap-uap dari mesin pesawat membentuk jejak seperti awan," ujar Thomas, disiarkan detikcom, Jumat (15/7). Situs berita itu, berdasar laporan pembacanya, juga menulis cahaya serupa tampak di Cengkareng, juga seorang yang mengaku melihat pemandangan yang mirip di langit Jimbaran, Bali, hampir pukul setengah enam sore waktu setempat.

Jejak kondensasi asap-uap itu, Thomas melanjutkan, memantulkan cahaya matahari senja.

Terlebih lagi, kata Thomas, kondisi atmosfer atas yang dingin saat kemarau memungkinkan fenomena ini tampak di beberapa tempat yang menjadi jalur penerbangan.